HIDUP SEHAT DENGAN BERAT BADAN IDEAL
Kelebihan Berat Badan (Obesitas) adalah suatu kondisi dimana lemak tubuh berada dalam jumlah yangberlebihan, dimana jumlah normal untuk wanita berkisar antara 20-35%,sedangkan untuk pria berkisar antara 10-20%, kondisi ini bisa diukurdengan akurat menggunakan alat yang bernama Karada Scan.
Obesitas sendiri adalah suatu penyakit dan bukan merupakan variasibentuk, bahkan dapat dikategorikan penyakit kronis serta epidemikkarena sifatnya yang meluas.Obesitas terjadi karena adanya kelebihan kalori (kalori yang masuklebih banyak dari pada kalori yang dikeluarkan) karena makanan yangtinggi kadar karbohidrat dan lemaknya.
Penyakit-penyakit yang bisa timbul akibat dari Obesitas adalah sebagai berikut :
BMI = Berat Badan (KG) / Tinggi Badan (M)2.
Contoh : seseorang dengan berat badan 65 Kg memiliki tinggi badan 1,65m, maka BMInya adalah 65/(1,65)2 = 23.87. hasil perhitungan bisa dicocokkan dengan tabel berikut :
Berat Badan Ideal = (Tinggi Badan)2 * 22,9.
Kalau ditinjau dari lokasi terjadinya penumpukan lemak yang palingberbahaya adalah pada bagian perut karena sangat mudah terlepas danmasuk kedalam aliran darah yang bisa menyebabkan terjadinya Stroke,jadi meskipun badannya kurus tapi perutnya buncit juga sangatberbahaya. Untuk mengetahui tingkat resiko pada tumpukan lemak diperutdapat dilakukan dengan mengukur lingkar perut tepat pada bagian pusar dengan kondisi berdiri.
Untuk Pria : Untuk Wanita :
Persentase penderita Obesitas berdasarkan kelompok umur dapat dilihat pada data berikut :
Sumber : L. Tantra Putra S
Kelebihan Berat Badan (Obesitas) adalah suatu kondisi dimana lemak tubuh berada dalam jumlah yangberlebihan, dimana jumlah normal untuk wanita berkisar antara 20-35%,sedangkan untuk pria berkisar antara 10-20%, kondisi ini bisa diukurdengan akurat menggunakan alat yang bernama Karada Scan.
Obesitas sendiri adalah suatu penyakit dan bukan merupakan variasibentuk, bahkan dapat dikategorikan penyakit kronis serta epidemikkarena sifatnya yang meluas.Obesitas terjadi karena adanya kelebihan kalori (kalori yang masuklebih banyak dari pada kalori yang dikeluarkan) karena makanan yangtinggi kadar karbohidrat dan lemaknya.
Penyakit-penyakit yang bisa timbul akibat dari Obesitas adalah sebagai berikut :
- Jantung, bagi penderita Obesitas kemungkinan untuk menderita penyakit Jantung Koroner adalah sebesar 99,9%.
- Hipertensi, yang terjadi karena tumpukan lemak yang menumpuk dipembuluh darah sehingga pembuluh darah mengecil akibatnya tekanan darahjadi naik.
- Stroke (dulu lebih banyak karena Hipertensi yang menyebabkan pembuluh darahnya pecah)
- Peninggian Insulin (Hyper Insulinemia) yang berfungsi mengubahkarbohidrat dan gula dalam nasi menjadi tenaga, namun bila insulinnyaterlalu tinggi maka karbohidrat akan menjadi terlalu rendah sehinggaorang jadi sering lemas, gemetaran, dan kadar gulanya turun.
- Diabetes karena Insulinnya terlalu rendah atau karena ada kerusakandalam sel sehingga tidak bisa mengubah gula menjadi tenaga. 20 tahunyang lalu penderita Diabetes kebanyakan karena faktor keturunan, tetapisaat ini lebih disebabkan karena faktor pola makan seperti : fast food,trans fat, dsb.
- Kanker.
- Gangguan pada kantung empedu.
- Asam urat.
- Gangguan pada sendi dan tulang.
- Sering lemas dan mudah lelah.
- Varises.
- Gangguan tidur (jadi sering ngorok pada saat tidur), bisa terjadi yang namanya Sudden Death (mati mendadak) pada saat tidur.
- Peningkatan kolesterol dan trigliserid.
- Infertilitas (gangguan kesuburan, susah memiliki keturunan).
- Gairah seksual menurun.
- Buang air kecil yang tidak terkontrol.
- Usia diatas 70 tahun.
- Anak-anak dibawah 12 tahun.
- Atlit karena banyak ototnya daripada lemaknya.
BMI = Berat Badan (KG) / Tinggi Badan (M)2.
Contoh : seseorang dengan berat badan 65 Kg memiliki tinggi badan 1,65m, maka BMInya adalah 65/(1,65)2 = 23.87. hasil perhitungan bisa dicocokkan dengan tabel berikut :
- Kurang dari 18 (Underweight) : memiliki resiko kekurangan gizi, pencernaan, pertumbuhan yang terganggu pada anak-anak.
- 18,5 - 22,9 : Normal atau Ideal.
- 23 - 24,9 : Overweight at Risk, dimana mulai terjadi resiko komplikasi masalah obesitas tadi.
- 25 - 29,9 : Obesitas tingkat 1 dengan faktor resiko sedang, bisa terjadi meninggal mendadak.
- Diatas 30 : Obesitas tingkat 2 dengan faktor resiko sangat membahayakan seperti meninggal mendadak.
Berat Badan Ideal = (Tinggi Badan)2 * 22,9.
Kalau ditinjau dari lokasi terjadinya penumpukan lemak yang palingberbahaya adalah pada bagian perut karena sangat mudah terlepas danmasuk kedalam aliran darah yang bisa menyebabkan terjadinya Stroke,jadi meskipun badannya kurus tapi perutnya buncit juga sangatberbahaya. Untuk mengetahui tingkat resiko pada tumpukan lemak diperutdapat dilakukan dengan mengukur lingkar perut tepat pada bagian pusar dengan kondisi berdiri.
Untuk Pria : Untuk Wanita :
- kurang dari 94 : Normal - Kurang dari 80 cm : Normal
- 94 - 102 : Resiko Ringan. - 80 - 88 cm : Resiko Ringan.
- Diatas 102 : Resiko Tinggi. - Diatas 88 cm : Resiko Tinggi.
Persentase penderita Obesitas berdasarkan kelompok umur dapat dilihat pada data berikut :
- Umur 25 - 35 tahun, persentasenya 39,4% menderita obesitas.
- Umur 36 - 45 tahun, persentasenya 43%.
- Umur 46 - 55 tahun, persentasenya 50,4%.
- Umur 56 - 65 tahun, persentasenya 42,5%, (terlihat menurun karena banyak yang sudah meninggal pada kelompok umur 46 - 55 tahun)
- Pemakaian obat-obatan, dimana pemakaian obat-obatan dapat digolongkan dalam beberapa golongan yaitu : Golongan Diuretika yangbekerja dengan cara mengeluarkan cairan dari tubuh sehingga beresikomengakibatkan Dehidrasi dan Gagal Ginjal dimana yang turun bukan lemaktapi cairan tubuh. Golongan kedua yaitu Orlistat bekerja dengan membloklemak dengan cara menghambat produksi enzim lipase, sehingga lemaktidak diproses tapi langsung dibuang akibatnya disamping Lemak, Vitamindan Mineral yang dibutuhkan tubuh juga ikut terbuang, serta seringbuang air besar secara mendadak, bahkan pada saat buang anginpunkotoran ikut keluar, disamping itu juga beresiko merusak kelenjar Usus.Golongan ketiga yaitu Dietilpropion menurunkan nafsu makan sehinggabisa berakibat kekurangan Nutrisi, berdebar-debar, pusing dan Depresi.Golongan keempat yaitu Sibutramin bekerja dengan menghambar nafsu makandengan efek samping bisa menyebabkan Hipertensi, berdebar-debar,insomnia, sakit kepala. Golongan terakhir adalah dengan menyuntikkansemacam cairan yang mengandung HCG, yaitu suatu hormon yang terdapatpada air kencing ibu hamil yang diextract kemudian dikonsentratkan yangberfungsi untuk membakar lemak dengan cepat, tetapi efek sampingnyabisa terjadi retensi air dimana cairan tubuh tidak bisa keluar dan padabeberapa kasus terjadi kematian.
- Messoterapi dengan disuntik dibagian yang mengandung lemak, biaya lumayan tinggi dan cepat tapi tidak mengencangkan otot.
- LippoSuction, dibuat irisan dikulit dimana lemak disedot, efeksampingnya bekuan darah yang terjadi bisa menyebabkan stroke, bisamenimbulkan emboli (gelembung udara dalam darah) yang bisa menyebabkankematian bila sampai di paru-paru dimana paru-paru akan langsung kempesdan tidak berfungsi.
- Olahraga yang teratur, karena sampai saat ini belum ada obat ataupun makanan yang bisa menggantikan fungsi dari olahraga.
- Mengatur Pola Makan bukan berarti mengurangi jumlah makan secaraekstrim karena bisa berakibat sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh.Yang harus dikurangi bukan hanya jumlah makanan tapi lebih padakomposisi makanan yang harus lebih diatur, dimana yang harus dikurangi adalah Karbohidrat dan Lemak, sedangkan Protein, Vitamin dan Mineralyang tetap dikonsumsi dalam jumlah yang cukup agar tidak kekurangangizi.
- Supplementasi, Program Diet yang tepat ditambah dengan Supplementasi hasilnya akan sangat bagus.
- Jangan menggunakan Food Supplemen yang terbuat dari bahan kimia.
- Harus yang Organik yang dibuktikan dengan Sertifikat Organik, karena tidak semua yang berasal dari luar negeri bagus.
- Kandungan bahan aktifnya harus 95% dari aslinya.
- Tidak menimbulkan efek samping seperti Gagal Ginjal dsb.
- Jangan menggunakan Supplemen yang masih baru dan belum terbukti,dimana tahap-tahap pengembangan suatu supplemen harus mengikuti aturandimana untuk 5-10 tahun pertama akan diujicoba dahulu di laboratoriumdengan media Hewan, 5-10 tahun kedua masih dilakukan di laboratoriumpada manusia. Setelah itu baru bisa dipasarkan dan tetap dimonitordengan ketat selama 10-20 tahun kedepan, dan bila ditemukan adanya efeksamping harus segera ditarik dari pasaran.
- Jaminan Kualitas.
- Halal, terutama yang berbentuk softgel, biasanya yang digunakanadalah dari sumsum babi karena harga dan biaya pemrosesannya murah,sedangkan yang halal menggunakan sumsum sapi yang biaya pemrosesannya lebih mahal.
Sumber : L. Tantra Putra S